PERAN TIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN
TIK mempunyai peran yang luar biasa dalam bidang pendidikan.
Berbagai perangkat lunak seperti microsoft office atau Open Office memudahkan
para pelajar dalam mengerjakan tugas, seperti laporan praktikum dan artikel,
juga ketika mempresentasikan tugas di kelas. Untuk jenjang sekolah menengah
pertama dan sekolah menengah akhir software di atas sudah mulai dipraktikan di
sekolah dari yang negeri sampai swasta, di jenjang sekolah dasarpun sudah mulai
para guru mengajarkan dan menerapkan software tersebut yang biasanya digunakan
untuk pengumpulan tugas, walau terkadang orang tua dari anak tersebut yang
mengambil alih tugas tersebut.
Sekarang di sekolah-sekolah baik di negeri maupun di sekolah sudah
terdapat proyektor di kelas masing-masing, fasilitas laboratorium komputer juga
mulai difungsikan kembali dengan difasilitasi internet. Ini bukti bahwa di
dunia pendidikan khususnya dari pihak sekolah dan staf guru sudah mulai melek
teknologi, dengan adanya fasilitas berupa proyektor ini dapat meningkatkan
kreatifitas para guru dalam menyediakan materi yang menarik dengan berupa
gambar animasi, film, atau video yang dibuat sendiri atau mendowndload dari web
sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga dalam proses pembelajaran
siswa merasa senang, tidak monoton, dan dapat menciptakan suasana menyenangkan
selama proses pembelajaran.
Sistem pembelajaran berbasis multimedia dapat memudahkan siswa,
dalam mata pelajaran yang menurut mereka sulit seperti mata pelajaran Matematika, Fisika, dapat
dibuat menjadi lebih sederhana dan menarik membuat siswa mudah memahami
pelajaran tersebut, dengan membuat kuis atau game-game edukasi untuk siswa
sebagai bentuk evaluasi.
Dengan kemajuan teknologi di abad 21 ini, TIK memberikan peranan
juga dalam menciptakan pembelajaran jarak jauh seperti E-Learning atau Blandeed
Learning, dengan adanya komputer yang difasilitasi internet guru dan siswa
dapat melaksanakan belajar mengajar di tempat yang berbeda dan tidak selalu di
kelas, dengan blandeed learning siswa juga bisa berinteraksi dengan guru
tersebut seperti menggunakan software Skype walaupun guru dan siswa di tempat
yang berbeda siswa masih dapat melakukan sesi tanya jawab atau diskusi bersama
guru tersebut.
E-Learning semakin berkembangan di lihat dari sifatnya E-Learning
berkembang menjadi dari M-Learning (Mobile Learning) - U-Learning (Ubiquitous
learning). dengan M-Learning para siswa dan
pengajar semakin mudah mengakses ilmu dan informasi melalui gadget dan
smartphone yang kita miliki kita juga dapat melakukan proses belajar mengajar
yang terhubung dengan internet, U-Learning juga sama seperti e-learning dan
m-learning tetapi u-learning ini jangkauannya lebih luas, jika siswa
kegiatannya dengan komputer dan smartphone mereka digunakan di satu kelas atau
di dalam ruangan, u-learning dapat mengakses semua informasi dan dapat
mengikuti proses belajar mengajar di mana saja guru di tempat yang berbeda
begitupun para siswanya di tempat yang berbeda-beda juga jadi tidak ada batasan
di suatu tempat.
Walaupun sekarang teknologi sudah
semakin maju dan berkembang khususnya di dalam dunia pendidikan, kita telah
sepakati bahwa peran seorang guru tidak akan bisa tergantikan, melihat berbagai
penilaian dalam proses pembelajaran bukan hanya di nilai dari aspek kognisi
saja, maka peran guru ini masih sangat dibutuhkan untuk menananmkan nilai-nilai
moiral serta spiritual untuk para siswanya, yang harus memberikan contoh serta
bimbingan. Peran orang tua juga sangat dibutuhkan demi mencerdaskan anak dan
berakhlakul karimah.
TIK bisa merubah prilaku atau sikap
seseorang tergantung dalam penggunaannya, seperti yang dikatakan Dr. Khaerudin,
M.Pd, TIK itu bagai 2 belah ujung pisau jika pisau itu digunakan oleh seorang
pembunuh maka pisau itu bisa membunuh, tetapi jika pisau itu digunakan oleh
seorang koki maka pisau itu dapat menciptakan makanan yang enak. Jadi jika
penggunaan TIK secara positif, video atau film yang baik dan dilakukan secara
intensif maka tidak bisa dipungkiri anak bisa beubah prilaku, sikap bahkan
bahasnya bisa menjadi baik dan lebih baik dengan bimbingan orang tua juga,
tetapi jika negatif maka yang terjadi adalah sebaliknya anak-anak bisa
melakukan hal-hal negative bisa bersikap dan bertutur kata yang kasar.
Gunakan TIK ini sebagai sesuatu yang
bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain tempatkan peran TIK sesuai dengan
fungsi dan peranannya baik dalam pendidikan atau komunikasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar